Setelah hampir dua bulan, terhitung dari Januari 2007, Gong Media Cakrawala (GMC) membuka Klab kreatif yang menawarkan kemampuan di bidang Jurnalistik, Mengarang, dan Film, nampaknya mendapat sambutan antusias oleh sebagian remaja Banten. Dari sekian rangkaian program pembelajaran yang ditawarkan, rupanya kelas Film yang mencuri perhatian lebih. Beberapa calon peserta yang mendaftar kebanyakan ingin mengenal tentang dunia film. Ini diduga Karena di Banten, masih minim wawasan seputar dunia film yang terkesan glamour. Meski demikian, kelas jurnalistik tetap jalan. Pasalnya, jurnalistik adalah elemen dasar untuk mengolah gagasan atau ide dalam sebuah film. Hal ini juga dikometari Gola Gong, selaku Direktur GMC. “Mereka adalah aset. Merekalah yang akan meneruskan SDM di Tabloid Kaibon milik GMC dan Sitkom Si Aduy. Harus ada regenerasi,” paparnya.
KELAS FILM
Dalam waktu dekat, tepatnya Kamis (7/2) GMC akan menggelar pertemuan pertama dengan peserta Klab Kreatif di kantor GMC di Jalan Bhayangkara No. 105, Serang. Sedikitnya 13 peserta Klab Kreatif dari berbagai kalangan sudah mendaftar dan siap bergabung di masing-masing kelas. Peserta yang umumnya didominasi kalangan mahasiswa ini berasal dari beberapa kampus di Banten. Di antaranya Untirta Serang dan Stikom Wangsa Jaya Banten. Kelas akan berlangsung selama 2 bulan dengan biaya Rp. 100.000,- perbulan dengan fasilitas T-shirt, modul kursus, sertifikat, kartu anggota dan beberapa novel terbaru karya Gola Gong untuk para pendaftar pertama.
Peserta nampak antusias. Dan hal itu merupakan kebanggan tersendiri bagi GMC. Pasalnya, GMC bisa membagi-bagi ilmu dan mencetak keder-kader baru yang mahir di bidangnya lewat gemblengan di Klab Kreatif GMC. Meski harus membayar Rp. 100.000,- perbulan. “Selain menambah wawasan dalam dunia film, saya juga ingin agar saya tidak jadi penonton semata,” ujar Ita, mahasiswi Untirta yang sudah mendaftar sebagai peserta di kelas film. “Saya juga ingin membuat film-film yang sehat,” tambah Ita.
Di Kelas Film nanti, selain belajar teori bagaimana membuat film, peserta kelas film juga akan diberikan proses manajemen produksi dari mulai pembuatan skenario, desain produksi, hingga terjun ke lapangan. Terkait hal ini, dijelaskan oleh Piter Tamba selaku koordinator Kelas Film sekaligus sutradara, “Film-film yang akan GMC buat, nanti mereka akan dilibatkan. Bisa saja mereka nati yang menulis skenarionya atau jadi crew produksi.” Tambah Piter, “Film itu tidak semata proses pengambilan objek untuk dipindahkan dalam bentuk gambar. Akan ada banyak hal yang harus dipelajari dalam proses pembuatan film. Hal ini dikarenakan film adalah kerja tim. Pada akhirnya, peserta kelas film ini secara alamiah akan menempatkan posisinya masing-masing, “
Piter menyebutkan, Sitkom Si Aduy yang rencanannya akan tayang di Banten TV dalam waktu dekat pasti membutuhkan bayak SDM. “Pak Ben, direktur Banten TV, mengatakan, bahwa Si Aduy akan jadi program unggulan. Jadi tidak hanya 13 episode, bisa panjang malah.”
Sejauh ini, GMC sedang sibuk mempersiapkan segala yang berhubungan dengan lancarnya program tersebut. Dari mulai fisik kelas, Piter sedng menghias garasi kantor jadi ruang kursus. Kursi-kursi sudah dibeli. “Pokoknya, ini masih merintis. Sebagai anak muda ‘kan kita harus jadi perintis. Jangan bermula dari modal besar aja, dong. Itu bukan tantangan namanya!” seru Piter. “Mimpi kami, GMC ini selain di TV Program, penerbitan tabloid, juga menyediakan SDMnya yang mumpuni. Selama ini ‘kan, murid-murid Mas Gong sudah menyebar di Radar Banten. Jadi, nggak nyesel deh gabung di ‘Klab Kreatif’ GMC”.
Juga Piter sibuk membuat silabus yang akan disampaikan kepada para peserta kursus. “Masih kami yang menangani. Pokoknya, kami ingin mereka belajar santai, namun berbobot,” ujar Fery Benggala selaku sekertaris program. “Santai tapi serius,” tambahnya.
INFOTAINMENT
Di sela-sela persiapan Klab Kreatif, kesibukan lainnya tetap di tabloid Kaibon yang kini sedang memersiapkan disi kelima, terbit 16 Februari nanti. Juga kesibukan menyuplai materi untuk “Banten Hari Ini” di Banten TV. Aji Setiakarya, sebagai Koordinator Liputan, jungkir-balik mengurusinya di sela-sela kesihukannya sebagai Sekretaris Jedral Rumah Dunia.
Bahkan kami pun mulai menyusun strategi membikin program infotainment. Kami udah menggodok program “Asal Tahu Saja”. Apalagi kami sudah dikontak oleh TV lokal yang lain, yaitu IMTV, yang akan siaran percobaan Maret nanti. “Gong, nanti bantuin, ya! Bujet lokal, lho!” kata Edy B. Lasoma, dari pihak IMTV.
Bagi kami, program “Asal Tahu Saja” adalah hasil dari pergulatan di keseharian. Orang sering mengatakan, berita adalah sumber inspirasi. Darinya berbagai ide diramu menjadi sebuah karya. Di tengah kesibukan mempersiapkan klab kreatif, GMC juga menyelipkan waktu untuk menggarap feature-feature menarik dan layak diajukan ke pihak televisi dalam bentuk program “Asal Tahu Saja”.
Program “Asal Tahu Saja” akan melibatkan host dari anak-anak Banten Star. Dalam waktu dekat, kami akan membuat demonya. Kami mencoba menyuguhkna isu-isu, atau pernak-pernik keseharian yang terjadi di masyarakat. Misalnya, tenng hal-hal yang luput kita perhatikan. Atau hal-hal unik, yang sebetulnya tidak boleh kita lakukan, tapi justru kita langgar. Ada larangan merokok, kita merokok juga. Dilarang parkir, eh…, parkir. Perboden, dilabrak juga. Tentu kami menyuguhkannya dengan gaya menghibur. Akan ada gambar-gambarnya (filler), testimoni dari para pelaku, serta solusi dari para ahlinya.
Begitulah. Hidup harus kita isi dengan hal-hal yang bermanfaat! Hidup harus mau menerima hal-hal baru. Jangan lengah, nanti kita trgerus zaman dan akn terus berada di pinggiran, jadi penonton! (tim kreatif GMC)
TEKS FOTO: Divisi News GMC Sedang Rapat Redaksi. Beberapa di antaranya adalah
pemateri di Kelas Film Klab Kreatif.
No Comments Yet
No comments yet.
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment
