About GMC

gongstar.jpgGONG MEDIA CAKRAWALA (GMC) adalah mimpi Gola Gong memiliki perusahaan yang bergerak di bidang film, publishing, dan ecent organizer. “Modal Dengkul!” Gong selaku direktur GMC, tertawa. Ini sebagi upaya mneingkatkan potensi lokal. “Nggak mikir keuntungan! Nombok terus malah!” tambah Gong.

Gawean GMC udah lumayan. Dimulai dari seminar “Literacy Clinic”, ajang multibakat “Banten Star”, pembuatan film indi “Padi Memerah”, dan program di TV lokal; Festival Film Banten. Karena nggak ada iklan, kocek sndiri. “Yang penting bahagia!” Gong tertawa ngakak.

GMC dibantu oleh Tias Tatanka sebgai accoun excecutive, Piter Tamba, menejer operasional, Ferry Setiawan sales marketing, dan RG Kedung Kaban di logistik. Semoga GMC mewarnai ajang kreativitas di Banten.

Profil

GONG MEDIA CAKRAWALA Publishing, TV Program, Event Orgabizer Mengusung Percepatan Dunia Pendidikan Menuju Banten Emas yang Cerdas, Berwawasan, dan Kritis dengan Pelatihan Jurnalistik, Sastra, Film, Teater, Rupa, dan Kepustakaan  

SEKAPUR SIRIH
Kemajuan sebuah masyarakat tentu bukan tanggungjawab perseorangan, melainkan semua pihak yang menjadi bagian dari masyarakat tersebut. Masing-masing pranata yang ada dalam masyarakat menyumbang mafaat kepada sistem masyarakat yang melingkupi dirinya. Jika masyarakat diumpamakan sebagai sebuah bangunan, maka bagian-bagian dari bangunan tersebut menyumbangkan manfaat kepada bangunan sebagai identitas yang mengikat bagian-bagian ini. Pranata agama—seperti pesantren, majlis taklim, jamaah gereja juga jamaah agama lain, dan lain-lain—berfungsi menanamkan spiritualitas, salah satunya. Pranata pendidikan berfungsi memberikan pendidikan kepada warga. Begitu juga dengan pranata-pranata lainnya yang secara keseluruhan bertanggungjawab atas kemajuan masyarakat di mana pranata-pranata itu berada.
 

Antara pranata-pranata tersebut di atas tentu tidak bisa berdiri sendiri. Pranata-pranata ini memiliki hubungan yang sangat kuat antara yang satu dengan yang lain—untuk dikatakan tidak bisa berdiri sendiri. Misal, pranata pendidikan tidak bisa melepaskan diri kepada pranata ekonomi, agama, dan yang lainnya juga sebaliknya. Semua pranata itu merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.  

Sebagaimana disebutkan di awal, bahwa tanggungjawab kemajuan masyarakat bukan tanggungjawab perseorangan atau tangguangjawab pranata tertentu. Masing-masing pranata, sesuai dengan fungsinya, memiliki tanggungjawab yang sama. Sebuah kemajuan tertentu, sebagai contoh kemajuan pendidikan, tidak semata-mata tanggungjawab sekolah dan perguruan tinggi. Pranata lain seperti pranata ekonomi juga berkewajiban untuk memajukannya dengan cara yang bisa dilakukan oleh pranata ini, seperti membangunkan gedung belajar dan melengkapi keperluan belajar.  

Atas dasar pemikiran seperti itu, maka didirikanlah sebuah perusahaan bernama Gong Media Cakrawala (GMC), sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan (publishing), penyedia barang (supplier), promosi, dan pengelola acara (event orginizer) berdasarkan akta notaries. Perusahaan ini beralamat di Komplek Hegar Alam No 40 Ciloang Serang, Banten; e-mail: gm_cakrawala@yahoo.com, telefon: 0254-202861, HP: 08158895292.  

PENERBITAN.Sebagaimana disebutkan di atas bahwa salah satu bidang usaha dari GMC adalah penerbitan. Ke depan GMC sebagai sebuah penerbit akan menerbitkan buku-buku, terutama buku yang ditulis oleh penulis lokal Banten. Selama ini penulis lokal tampaknya mengalami sedikit kesulitan untuk menerbitkan tulisan-tulisan mereka, baik karena namanya belum dikenal secara baik oleh penerbit nasional (
Jakarta), ataupun karena naskah yang ditulis berkenaan dengan lokalitas Banten. Oleh karena itu GMC berusaha mengakomodasi keadaan ini.
 

Adalah keadaan yang lumayan memperihatinkan di Banten belum ada penerbit yang mapan. Sementara Jakarta yang secara geografis menempel dengan Banten begitu kaya akan perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang penerbitan. Sementara perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang nonpenerbitan seperti perusahaan yang memproduksi sepatu, tas, pakaian, elektronik, dan lain-lain begitu banyak.  

Hadirnya sebuah perusahaan penerbitan di “lahan” yang kosong tentu bisa diharapkan akan memberikan banyak kontribusi terhadap kemajuan masyakat Banten khususnya. Sebagai perusahaan penerbitan yang berbasis di lokal sedikit banyak tentu akan memberikan pengaruh positif terhadap kemajuan pendidikan.
Para kiyai, santri, dosen, mahasiswa, guru, pelajar, atau siapapun memiliki peluang banyak untuk membukukan pemikirannya, baik dalam bentuk fiksi maupun nonfiksi.
 

Pengaruh kelahiran perusahaan penerbitan akan semakin terasa berbanding lurus dengan kemajuan perusahaan tersebut. Semakin maju sebuah perusahaan penerbitan tentu akan semakin banyak pihak yang dibutuhkan. Bebeberapa pihak dimaksud di antaranya antara lain desainer cover, layouter, editor, percetakan, dan lain-lain. Dari
sana memungkinkan pendidikan profesi bidang-bidang tersebut tadi akan banyak diminati.
 

Perkembangan selanjutnya dari lahirnya sebuah penerbit adalah semakin semaraknya dunia pemikiran. Sebuah buku yang diterbitkan tentu tidak sampai dicetak setelah itu selesai. Buku-buku ini akan menemui pembacanya dan terjadi dialog antara pembaca dengan teks, kemudian pembaca dengan pembaca, lalu lahirlah teks-teks baru yang diproduksi oleh penulis baik beruba sanggahan, koreksi, atau penegasan atas buku ini.  

SUPPLIER
Selanjutnya, perusahaan GMC juga bergerak di bidang penyedia barang (supplier). Dalam hal ini GMC akan menjadi distributor buku, mendirikan warung internet, warung telefon, serta mendirikan toko buku.
 

Sebagai distributor buku GMC akan menampung buku-buku terbitan penerbit lain dari bergai kota di
Indonesia—selain tentu saja buku-buku yang diterbitkan oleh Penerbit GMC. Buku-buku ini diharapkan bisa didistribusikan ke toko-toko buku yang ada di Banten. Dengan demikian para pecinta dan orang yang membutuhkan buku akan memiliki akses yang lebih mudah ke buku. Selama ini banyak pihak mengalamai kesulitan menapatkan buku-buku tertentu di Banten. Mereka mengaku harus mencari ke
Jakarta. 
 

GMC berhadap kehadiran perusahaan GMC akan menumbuhkembangkan toko-toko buku di berbagai daerah di Banten. Ini sangat memungkinkan karena dalam manajemen distribusi buku ada yang disebut dengan konsinyasi, yang mana pihak toko buku tertitipi buku-buku dari distriburot. Toko buku hanya membayar buku-buku yang bisa mereka jual. Sementara buku-buku yang tidak laku bisa dikembalikan atau ditukar dengan buku yang berbeda. Secara teknis ini bisa dibicarakan kemudian.  

Banyak berdirinya toko-toko buku di Banten pada prakteknya akan mempermudah akses orang kepada buku. Buku dengan demikian tidak menjadi barang asing bagi masyarakat. Buku bukan lagi barang yang oleh pelajar hanya ditemui di perpustakaan. Banyaknya toko buku di tempat tinggal masyaraat akan mengakarabkan buku kepada mereka. Itu artinya bahwa hidupnya budaya literiasi yang selama ini diharapkan banyak orang sudah mulai kelihatan hasilnya.  

Selain menjadi distributor dan mendirikan toko buku, GMC juga akan menyediakan layanan internet. Anggapan selama ini buku sebagai barang mewah, dengan hadirnya banyak toko buku, diarapkan mulai bisa dikikis. Pada tahap selanjutnya adalah mengikis anggapan internet sebagai barang mewah. Mengikis anggapan ini tampaknya sebagai suatu keharusan pada zaman informasi ini. Untuk bisa mengakses internet tidak usah harus menunggu memiliki internet dan line telefon. Warung-warung internet bisa memberikan layanan ini hanya dengan menyisihkan beberapa ribu rupiah saja.  

Bila buku menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, bila mengakses informasi melalui internet sudah tidak terkondisikan sebagai pekerjaan orang-orang berduit lagi; artinya bisa diambil kesimpulan bahwa budaya melek informasi, utamanya baca-tulis (literat), yang selama ini menjadi mimi kini sudah menjadi kenyataan.  

PENGELOLA ACARA
Bidang terakhir yang ada pada perusahaan GMC adalah sebagai pengelola acara atau yang bisa disebut sebagai event organizer. Karena GMC dijalankan oleh orang-orang yang peduli kepada kemajuan pendidikan masyarakat, sudah tentu acara-cara yang akan dikelola akan berkenaan dengan pendidikan.
 

Begitu banyak acara selama ini diadakan oleh organisasi-organiasi namun hasilnya terasa kurang memuaskan.
Ada banyak faktor tentu saja yang menyebabkan ini terjadi, salah satunya pada pengelolaan (manajemen) yang kurang bagus. Dari sebuah acara yang sederhana sekalipun, dengan pengelolaan yang luar biasa, bisa melampaui target yang telah ditetapkan. Banyak target-target sebuah organisasi/orang tidak tercapai karena pengelolaan yang buruk.
 

PENUTUP
Demikian profile Gong Media Cakrawala, sebuah perusahaan yang didirikan tidak semata-mata mencari keuntungan melainkan juga berniat baik memajukan masyarakat. Dengan niat yang baik, visi yang jelas, dan dikelola oleh orang-orang yang mengerti manajemen, Gong Media Cakrawala akan mengambil bagian dalam proses pencerdasan masyarakat. Sebagaimana disebutkan di Pendahuluan bahwa kemajuan sebuah masyarakat bukan tanggungjawab perseorangan atau sebuah pranata tertentu, tetapi semua pihak yang terlingkupi oleh identitas masyarakat itu.
 

 

5 Comments

  1. tHat’s good idea…

    Serang….kota Yang pUnya banYak poTensi, tapi minim pengelola.

    mudah2an dengan GMC, sebagai satu wadah kReatifitas anak Banten, bisa menggugah partisipasi yang baik dan bermanfaat…Semoga…

    congRatulatIon foR GMC

    jadIkan Serang sebagai koTa terDEpan dalam ide dan kReatifitas, terus beriNovasi dan memunculkan produk2 lokal yang potensial dan berbObot….meSki barU bBerapa taHun jadi pRovinbsi, tidak menutup aKses unTuk kita tErus BerkaRya…

    bE tHe fIghTer, sTrong aNd sMart….

    cOngrat….(“,)

    bY : NirZa fItrIani

  2. tHat’s good idea…

    Serang….kota Yang pUnya banYak poTensi, tapi minim pengelola.

    mudah2an dengan GMC, sebagai satu wadah kReatifitas anak Banten, bisa menggugah partisipasi yang baik dan bermanfaat…Semoga…

    congRatulatIon foR GMC

    jadIkan Serang sebagai koTa terDEpan dalam ide dan kReatifitas, terus beriNovasi dan memunculkan produk2 lokal yang potensial dan berbObot….meSki barU bBerapa taHun jadi pRovinbsi, tidak menutup aKses unTuk kita tErus BerkaRya…

    bE tHe fIghTer, sTrong aNd sMart….

    cOngrat….(“,)

    bY : mPiT……….

  3. Hallo Management Gong,

    Pertama perkenalkanlah sebagai manajemen dari Permata Connection, sebuah perusahaan Content Provider dan SMS Broadcasting. Melihat blog spot Anda membuat saya tertarik untuk mengeksplor kemungkinan Permata Connection dapat berkerjasama dengan GMC. Misalkan saja, Banten Star dapat difasilitasi dengan budaya POP melalui Polling via SMS. Ataupun melakukan promosi melalui fitur SMS yang melekat pada Handphone dengan dikirimkan melalui Server kami dengan SENDER ID yang Variatif.
    Untuk itu besar harapan kami, untuk dapat beraudiensi dengan manajemen GMC. Atas perhatian dan kerjasmanya diucapkan terima kasih.

    Best Regards,
    Bram
    Permata Connection

  4. Dear Gong media cakrawala. Hallo mas gong, assalamualaikum Wr.Wb.
    Masih ingat saya ? saya radius yang waktu itu pernah bertanya sama mas gong perihal pembentukan sanggar sastra di radio lokal serang. Saya ingin bertanya ke mas gong berhubung saya liat di Mbah GOOGLE EO serang, dan masuknya malah ke halaman ini, saya mau tanya tentang gimana caranya kalo misalkan saya mau mengajukan sebuah program TV di banten tv ? acaranya adalah acara sulap. itung-itung saya sebagai orang serang yang mau meramaikan kehadiran banten tv di banten. kalo harus mengirimkan demo sulap dan cv saya siap untuk mengirimkannya. tinggal minta alamat aja. atas perhatian yang diluangkan saya mau mengucap terima kasih.

  5. Ketika menghadiri undangan GMC di RM S’Rizki, saya terkagum-kagum melihat seleksi para calon bintang Banten. “wah, di banten ada juga yang kayak ginian…hebat !!”. saya bengong.
    Kepikir, sebentar lagi akan ada anak-anak muda bersinar hingga Banten dilihat dari banyak arah. Banten bakal maju euy…!!!
    Satu minggu kemudian. di koran muncul para finalisnya. mereka bertarung merebut simpati melalui sms. mungkin banyak diantara calon bintang itu yang mengorbankan uangnya untuk bagi-bagi pulsa pada siapa saja orang dekatnya. tentunya berharap didukung. Saya kecewa !! cara ini, cara yang saya lihat di tv dalam pemilihan idola-idola itu. kenapa harus begini ??? saya kecewa pada ‘kang Gong”!!. untuk level Banten, finalis yang ingin menang bisa ia dapat dengan uang pulsa yang ia bagikan…kemana para Juri saat casting itu ?!!

    …..beberapa waktu kemudian…,saya sering melihat cara bintang Banten itu bergaul, berpakaian, berdandan, ber….macem-macem… mereka sudah merasa sebagai bintang holywood saja. !!

    kenapa bintang Banten tidak memancarkan sinar Banten….?? kenapa obsesi mereka sinetron dan bintang iklan di kancah hiburan Jakarta ? (saya baca obsesi mereka di koran).
    Bintang apa yang akan mereka tunjukan pada dunia tentang Banten ??
    kenapa GMC hanya mendidik dan mengkarantina mereka untuk dicetak sebagai bintang glamour dan perangai selebritisnya..?? apakah mereka bisa ‘mengaji’ seperti pemuda Banten pada umumnya ??

    SAYA sebagai orang Banten, tidak merasa terwakili oleh cahaya mereka sebagai BANTEN STAR….entah kenapa ?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.